Ads block

Banner 728x90px

BASMALA ADALAH


 

BASMALA bukan sekadar singkatan, melainkan janji kami kepada orang tua untuk melahirkan generasi dengan 7 (tujuh) karakter utama:

Berikut adalah penjabaran mendalam mengenai akronim BASMALA (Berilmu, Agamis, Santun, Mandiri, Amanah, Luhur, Aktif).

1. B - BERILMU (Knowledgeable)

  • Makna: Memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, baik dalam ilmu agama (Diniyah) maupun ilmu pengetahuan umum (Sains & Teknologi).

  • Implementasi di Sekolah:

    • Siswa menguasai dasar-dasar keislaman (Fiqih, Al-Qur'an Hadits, Bahasa Arab) sebagai pondasi hidup (60% Kurikulum).

    • Siswa memiliki kemampuan literasi, numerasi, dan sains yang kompetitif untuk melanjutkan ke jenjang SMP/MTs Favorit (40% Kurikulum).

    • Siswa diajarkan ilmu yang amaliah (bisa dipraktikkan), seperti ilmu pertanian modern atau teknologi sederhana yang bermanfaat bagi desa.

2. A - AGAMIS (Religious)

  • Makna: Menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar "tahu" agama, tapi "hidup" dengan agama.

  • Implementasi di Sekolah:

    • Terlihat dari pembiasaan Sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur Berjamaah yang dijalankan dengan kesadaran, bukan paksaan.

    • Memiliki hafalan Al-Qur'an (Tahfidz) sesuai target juz yang ditentukan.

    • Menerapkan adab-adab Islami, seperti berdoa sebelum makan, masuk masjid dengan kaki kanan, dan menjaga kebersihan ( thaharah).

3. S - SANTUN (Polite & Courteous)

  • Makna: Menjunjung tinggi tata krama, etika, dan unggah-ungguh (sopan santun) khas budaya Jawa yang halus, baik dalam perkataan maupun perbuatan.

  • Implementasi di Sekolah:

    • Membiasakan 3S: Senyum, Salam, Salim kepada guru, orang tua, dan sesama teman.

    • Menggunakan bahasa yang baik (Krama Inggil) saat berbicara dengan orang yang lebih tua.

    • Menghormati orang tua petani; tidak malu mencium tangan ayah-ibu yang kasar karena bekerja di sawah, sebagai bentuk bakti (Birrul Walidain).

4. M - MANDIRI (Independent)

  • Makna: Kemampuan untuk melakukan tugas dan memecahkan masalah sendiri tanpa bergantung berlebihan pada orang lain, serta memiliki jiwa juang (resilience) yang tangguh.

  • Implementasi di Sekolah:

    • Siswa dilatih mengurus diri sendiri: memakai sepatu, merapikan alat tulis, hingga menjaga kebersihan kelas tanpa menunggu perintah pesuruh sekolah.

    • Menanamkan mental "Tahan Banting" layaknya seorang petani yang sabar merawat tanaman hingga panen. Tidak mudah mengeluh saat menghadapi pelajaran yang sulit.

5. A - AMANAH (Trustworthy)

  • Makna: Dapat dipercaya, jujur, dan bertanggung jawab atas segala tugas yang diberikan. Sifat ini meneladani sifat wajib Rasulullah SAW (Al-Amin).

  • Implementasi di Sekolah:

    • Jujur dalam mengerjakan ujian (tidak menyontek) dan jujur dalam berkata.

    • Bertanggung jawab saat diberi tugas piket kelas, tugas menyiram tanaman, atau menjadi petugas upacara.

    • Menjaga barang milik sendiri dan mengembalikan barang temuan yang bukan haknya.

6. L - LUHUR (Noble Character)

  • Makna: Memiliki Budi Pekerti Luhur atau Akhlakul Karimah. Ini adalah puncak dari pendidikan karakter, di mana siswa menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas otaknya, tapi bersih hatinya.

  • Implementasi di Sekolah:

    • Memiliki rasa empati dan kasih sayang kepada sesama (tidak melakukan bullying).

    • Suka menolong teman yang kesusahan dan gemar bersedekah (Infaq Jumat).

    • Menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan almamater di manapun berada.

7. A - AKTIF (Active & Dynamic)

  • Makna: Bergerak dinamis, sehat secara fisik, partisipatif dalam kegiatan sosial, dan peka terhadap lingkungan sekitar.

  • Implementasi di Sekolah:

    • Aktif dalam pembelajaran di kelas (berani bertanya dan berpendapat).

    • Sehat dan bugar melalui kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler.

    • Terlibat aktif dalam kegiatan Gotong Royong menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan desa (sesuai semangat desa Tambakan).

    • Kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan potensi alam sekitar (misal: membuat kerajinan dari limbah pertanian).


Kami menegaskan bahwa lulusan dari YPIS BASMALA dipersiapkan untuk menjadi Generasi Emas Indonesia. Mereka adalah anak-anak yang Berilmu tinggi namun tetap Santun membumi; anak-anak yang Agamis dalam ibadah namun Aktif berkontribusi bagi masyarakat; anak-anak yang Mandiri dan Amanah memegang kepercayaan, demi mencapai derajat kemuliaan yang Luhur di sisi Allah SWT dan manusia.


KUPATAN DI BASMALA


Tradisi Kupatan juga memiliki makna filosofis pada pembuatan ketupatnya. Ketupat terbuat dari beras, kemudian dibungkus dengan daun kelapa muda yang dianyam atau yang biasa disebut janur. Kata janur sendiri merupakan akronim dari bahasa Arab yang berarti telah datang seberkas cahaya terang. Oleh karena itu, penggunaan janur sebagai pembungkus ketupat memiliki makna yang dalam mengenai harapan manusia untuk mendapatkan petunjuk Allah menuju jalan yang benar.

Secara umum, tradisi Kupatan dirayakan pada hari kedelapan Bulan Syawal setelah melakukan puasa sunah selama enam hari. Ketupat dimakan bersama-sama di mushola, masjid, atau lapangan terbuka setelah berdoa. Hidangan khas hari raya ini biasanya dimakan bersama dengan berbagai macam lauk pauk seperti lodeh, opor, rendang, dan gulai. Beberapa daerah juga memeriahkan tradisi ini dengan menggelar karnaval dan festival rakyat